(Ilustrasi)
Salah satu misi Kabupaten HSS adalah mewujudkan HSS sebagai Kota Oksigen. Misi ini tentu menjadi salah satu target pembangunan Kabupaten HSS, lebih khusus Dinas Kehutanan dan Perkebunan.
Dalam rangka pencapaian misi ini  Dinas Kehutanan dan Perkebunan telah mempersiapkan pembangunan Hutan Kota “Wana Sehati” seluas 8,1 Ha di Jl. H.M. Yusi Kandangan. Huta Kota ini menjadi sangat penting, karena hutan kota merupakan salah satu komponen ruang terbuka hijau. Keberadaan hutan kota sangat berfungsi sebagai sistem hidroorologi, menciptakan iklim mikro, menjaga keseimbangan oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2), mengurangi polutan, dan meredam kebisingan. Selain itu, berfungsi juga untuk menambah nilai estetika dan keasrian kota sehingga berdampak positif terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Kepala Bidang Pemolaan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. HSS, Rahmani, SE, ME mengatakan bahwa pembangunan Hutan Kota “Wana Sehati” ini sejalan dengan misi Kabupaten kita. Pembangunannya merupakan bantuan dari Kementerian Kehutanan melalui BP (Balai Pengelolaan) DAS Barito (dalam bentuk penanaman pohon seluas 8,1 Ha) dan memakai dana APBD Kab. HSS dalam bentuk penyiapan lahan (pengurukan).
Hutan Kota ini nantinya akan ditanami banyak  pohon. Pohon adalah salah satu penyumbang oksigen, akan tetapi hanya sebesar 20% untuk bumi. pohon berguna untuk mitigasi (mengurangi) karbondioksida yang ada di bumi. jadi untuk mengurangi dampak pemanasan global, tanamlah pohon agar CO2 nya dapat dimanfaatkan oleh pohon. karena nilai wajar dari CO2 adalah 0,1% di bumi ini.
“Harapannya awal proses pembangunan hutan kota ini bisa dilaksanakan pada akhir tahun 2014 ini” tegas Rahmani, SE, ME
Dalam Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota, disebutkan fungsi dari hutan kota, yaitu : Memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika, Meresapkan air, Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan Mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Diberdayakan oleh Blogger.