Kab Hulu Sungai Selatan, yang ibu kotanya adalah Kandangan merupakan kota tertua di antara Kabupaten-Kabupaten yang lain se Banua Enam. Kandangan memiliki banyak ciri khas yang sering diidentikkan dengan jadi diri kandangan, seperti kota katupat, dodol, lamang, dll, ini dari segi kuliner.

Lamang merupakan makanan khas orang melayu, makanya lamang juga dikenal di daerah sumatera seperti Padang, Medan dan juga Aceh. Di daerah Sumatera lamang dikenal dengan Lemang. Lamang setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat. Lemang dijadikan makanan perayaan oleh Suku Dayak yang disajikan pada pesta-pesta adat mereka. Bagi Suku Melayu lemang biasa disantap saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha . Orang Padang juga menyukai lemang, bahkan kota seperti Tebing Tinggi  dikenal dengan julukan “Kota Lemang”.

Lamang dalam budaya banjar mempunyai kedudukan tersendiri, biasanya ia hadir pada acara selamatan (acara makan-makan dan sekaligus doa bersama untuk keselamatan), syukuran, dan juga diperjualbelikan secara umum di warung-warung minum dan kue masyarakat banjar.

Ada Lamang biasa dengan warna putih (ketan putih) ada juga “lamang habang” (ketan merah). Ada juga  lamang ”bini” dan ”lamang laki”. Lamang ”bini” terdapat telur didalamnya. Lamang ”laki” sebaliknya seperti lamang biasa atau tidak ada telur didalamnya.

Kandangan memiliki pasar lumayan besar,  dan  secara rutinitas pasar ini tidak pernah mati, hampir 24 jam pasar kandangan selalu hidup, tapi Cuma berotasi para pedagangnya dan benda yang diperjualbelikan. Ketika malam sampai subuh, pasar kandangan disesaki para penjual sayur, ikan dan kue.  Jalanan dan emperan toko sesak dengan para pedagang, sedang ketika rada siang, pasar kandangan sama sajalah dengan pasar di kota lain.

Nah Lamang hadir di pasar ini, lamang biasanya dijual di waktu subuh-siang, terus ada lagi yang menjualnya ketika malam. Sehingga tidaklah susah mencari lamang di kandangan, berbeda dengan di kota-kota lain. Di Kandangan, lamang biasanya dimakan dengan menggunakan hintalu jaruk (telur asin), atau juga pake sate ayam plus sambal kacangnya. Lamang di pasar Kandangan dihargai Rp.30.000 – Rp.40.000 per satu bumbung (satu ruas bambu untuk lamang).

Pada peringatan Hari Jadi Kab. Hulu Sungai Selatan dalam beberapa tahun ini selalu saja ada event kulinernya, ada Lamang Terpanjang, Dodol Terpanjang, Makan Katupat Kandangan Bersama-sama, Kampung Kuliner dll. Hari jadinya yang ke-59 Pada Tahun 2009 Kab. Hulu Sungai Selatan membuat rekor terbaru dengan pesta lamang terpanjang yang terbentang di lapangan Lambung Mangkurat sepanjang 1.259 meter. Dan ini memperkuat bahwa Kandangan memang layak dikatakan sebagai Kota Kuliner.
Diberdayakan oleh Blogger.