Menyaksikan kondisi sungai Angkinang sekarang sungguh tidak mengenakkan. Benar-benar memprihatinkan. Tidak seperti dulu lagi.

Dulu Sungai Angkinang yang melintas di Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), benar-benar menjadi sarana yang vital sekaligus primadona bagi anak-anak. Tempat bermain. Tak kenal waktu, pagi, siang sore, bahkan malam hari. Bermain jukung kumbar, balumba, dsb benar-benar sangat mengasyikkan kala itu.
“ Dulu sungai Angkinang luas. Cukup dalam airnya. Banyak ikan yang bisa diperoleh. Tinggal mengunakan lunta (alat penjaring ikan) kita bisa mendapatkan ikan puyau, sanggiringan, dsb. Sekarang kondisinya sangat berbeda. Banyak sampah menumpuk dimana-mana. Air sungai menjadi terhambat,” ujar Imbran, warga Angkinang mengenang masa lalu.
 Dikatakan Imbran, kebiasaan membuang sampah di sungai menjadi tradisi berjamaah yang tak bisa ditinggalkan. Selain itu juga kebiasaan buang hajat di sungai dengan adanya jamban. Padahal Pemkab HSS sudah melarang hal itu. Tapi karena sudah membudaya tak bisa ditinggalakan begitu saja. “ Tapi apapun adanya sungai Angkinang telah membuat banyak kenagan indah. Yang tak akan terlupakan seumur hidup, “ ujar Imbran. (akhmad husaini)
Diberdayakan oleh Blogger.