Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menyosialisasikan gerakan nasional orangtua membaca buku (Gernas Baku) 2018.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Aula Disdik HSS, Selasa, (3/4) dengan dihadiri Kepala Disdik HSS Nordiansyah dan Plt Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) HSS Hj Zaitun Ardiansyah.

Sosialisasi Gernas Baku disampaikan kepada para bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), kader PKK, himpunan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia (Himpaudi), pengawas serta penilik TK dan Paud di HSS.

Kadisdik HSS Nordiansyah secara langsung menyampaikan sosialisasi Gernas Baku kepada para peserta yang hadir.

Dikatakannya bahwa peluncurannya atau launching akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 2 Mei mendatang bertepatan dengan hari pendidikan nasional.

"Untuk di Kabupaten HSS, launching Gernas Baku akan dipusatkan di Lapangan Lambung Mangkurat," katanya.

Selanjutnya, Gernas Baku akan dilaksanakan secara serentak pada 5 Mei mendatang di seluruh lembaga Paud yang ada di HSS.

"Kegiatan Gernas Baku, khusus untuk di Kandangan, rencananya akan dipusatkan di TK Pembina Kandangan. Dengan mengundang orangtua siswa dan secara langsung akan membacakan buku kepada anaknya," bebernya.

Jenis buku yang akan dibacakan oleh orangtua kepada anaknya disesuaikan dengan umurnya.
Jadi, buku yang dibaca bisa berupa cerita rakyat, cerita nabi atau dongeng.

Gernas Baku bertujuan untuk membiasakan orangtua membacakan buku bersama anaknya supaya mempererat hubungan emosi antara anak dan orang tua, serta menumbuhkan minat dan budaya membaca anak sejak dini.

"Gernas Baku sangat penting guna menumbuhkan minat membaca pada anak sejak dini, supaya anak cepat bisa membaca dan terbiasa nantinya untuk membaca," tambahnya.

Plt Ketua TP PKK HSS Hj Zaitun Ardiansyah mengatakan Gernas Baku sangat penting untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

Apalagi sejak dulu sesuai dengan perintah agama Islam yang harus dilakukan adalah iqra atau baca.

“Buku adalah jendela ilmu, sedangkan membaca adalah kuncinya,” katanya.

Pihaknya meminta dan mengingatkan kepada para orang tua atau pendidik sebelum membacakan buku kepada anaknya, terlebih dahulu harus membacanya. 

"Jangan sampai buku yang dibacakan mengajarkan hal-hal yang tidak mendidik bagi buah hatinya. Jadi, Baca dulu bukunya yang akan dibacakan kepada anaknya. Sehingga bisa menyaring informasi yang lebih mendidik," tambahnya. (*/aol)

Diberdayakan oleh Blogger.